Tragedi di Gang Merah Putih: Tukang Becak Tua Ditemukan Tewas dengan Luka Misterius di Kepala
Madiun– Sebuah pagi yang tenang di Gang Merah Putih, Jalan Nias, Kota Madiun, berubah menjadi scene yang mencekam setelah warga menemukan seorang tukang becak meninggal dunia dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Korban yang kemudian teridentifikasi sebagai Soleman (73), warga Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, ditemukan terbujur tak bernyawa dengan luka yang terlihat di bagian kepalanya.

Baca Juga : Pelat Merah ANTM Tunjukkan Taring, Cetak Lonjakan Laba Spektakuler Di 2025
Insiden yang mengguncang warga setempat ini langsung menyita perhatian aparat kepolisian. Polisi dari Polsek Manguharjo kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap misteri di balik kematian pria sepuh yang sehari-harinya mengais rezeki dengan mengayuh becak tersebut.
Saksi: “Saat Dicek, Nadinya Sudah Tidak Ada”
Kronologi penemuan jenazah diceritakan oleh salah seorang saksi mata, Srini (50). Ia menuturkan, sekitar pukul 10.30 WIB, suasana hening tiba-tiba pecah oleh terikan seorang warga lain yang sedang hendak membuang sampah.
“Waktu itu, ada Mbah ini (saksi lain) berteriak histeris. Kami yang mendengar langsung berhamburan ke lokasi,” kenang Srini yang bekerja di Warung Bakmi Pak Ateng. “Sesampainya di sini, kami dapati Soleman sudah dalam posisi terlentang. Saat dicek denyut nadinya, sudah tidak ada. Dia sudah meninggal.”
Dengan sigap, seorang warga bernama Ateng segera melaporkan temuan itu kepada Ketua RT setempat. “Kami beruntung, kebetulan ada patroli polisi yang melintas. Mereka langsung kami hubungi dan akhirnya turun tangan menangani kasus ini,” tambah Srini.
Menurut pengakuannya, posisi jenazah Soleman saat ditemukan persis seperti saat dievakuasi. Yang paling mencolok, terlihat jelas adanya luka di kepala almarhum. Srini juga memberikan sedikit gambaran tentang aktivitas terakhir Soleman. “Bapak ini memang sering melintas di Jalan Nias. Biasanya, dia mengantar pesanan bebek untuk seorang Ibu yang rumahnya berada di belakang Gang Merah Putih ini,” jelasnya.
Mengenai riwayat kesehatan Soleman, Srini mengaku tidak tahu secara pasti. “Yang beredar di antara kami, beliau memang sering mengeluh sakit asam urat dan kolesterol. Tapi apakah itu ada kaitannya dengan kejadian ini, kami tidak tahu,” ujarnya.
Polisi: Dugaan Sementara Jatuh, Masih Dalam Penyidikan
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Manguharjo, Iptu Purwanto, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa timnya langsung diterjunkan ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga.
“Kami mendapat informasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan, tim langsung meluncur. Sayangnya, saat tiba di lokasi, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Purwanto.
Purwanto tidak menampik adanya luka di kepala korban. “Benar, ada luka di bagian kepala. Secara kasat mata, luka itu mungkin disebabkan oleh benturan. Dugaan sementara kami, korban terjatuh. Namun, semua kemungkinan masih kami selidiki dengan hati-hati,” tegasnya, menekankan bahwa penyebab kematian resmi masih menunggu hasil visum dari dokter.
Dijelaskannya, jenazah Soleman ditemukan terlentang di jalan, tidak jauh dari becak yang menjadi tumpuan hidupnya. “Saat ini, korban telah dievakuasi ke RSUD Soedono Madiun untuk pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan penyebab kematian yang pasti,” pungkas Purwanto, mengakhiri pernyataannya.
Tragedi meninggalnya Soleman ini meninggalkan duka dan tanda tanya besar bagi keluarga dan warga sekitar. Mereka berharap penyelidikan polisi dapat segera mengungkap kebenaran di balik kematian pria tua yang dikenal sebagai tukang becak yang sederhana dan pekerja keras itu.





